Rabu, 05 Juni 2013

cara membuat sein HAZARD pada motor

 Gimana memanfaatkan sein sebagai hazard, seperti pada mobil?
Yang blom tau, hazard adalah tanda bahaya/darurat, kalo di kendaraan bermotor, umumnya roda empat, tanda hazard berupa keempat sein menyala berbarengan.
Cara Pertama
Simpel & vulgar :D
Kebanyakan user rela memodifikasi fungsi sein ke hazard dengan men”jumper” kedua jalur sein kiri & kanan. Tentu aja fungsi sein nggak ada lagi, karena meski saklar sein di-klik ke kanan/kiri, tetap keempat lampu sein nyala berbarengan. Dulunya saya pakai trik ini :D Kendalanya, cukup repot kalo mau berbelok arah karena pengendara lain nggak tau ke mana kita mau berbelok. Dan tentu cara ini menyalahi peraturan lalin. Jadi, lupakan! :D
Cara Kedua
Masih tergolong simpel …
Mirip seperti cara pertama tapi kali ini menggunakan saklar tambahan yang dikhusus tuk menyalakan hazard. Saklar yang digunakan bertipe DPST (dual-pole single-throw) … saklar ini punya 4 terminal.

Sein+Hazard sederhana
Dengan cara di atas, fungsi sein masih bisa digunakan. Kendalanya, kalo hazard sedang aktif, fungsi sein nggak bisa digunakan. Jadi kalo mau berbelok arah, hazard harus dimatikan dahulu (dengan meng-klik sakelar hazard), kemudian klik sakelar sein untuk menyalakan sein … persis kayak di mobil … Kadang ribet juga kalo lupa :D
Cara Ketiga
Dengan menggunakan modul (rangkaian elektronik) khusus untuk mengendalikan fungsi sein dan hazard. Modalnya nggak banyak … cuma perlu:
2 buah relay DPDT (Dual-Pole Dual-Throw) 8-kaki …
Catatan: Perhatikan spek relay! Sesuaikan spek relay sesuai kebutuhan … terutama voltase & amperenya. Misalkan untuk sein standar dengan bohlam 10W (karena 4 butir, total 40W), paling nggak butuh arus 3.3A tuk menyalakan hazard (4 bohlam sein menyala bersamaan), belum termasuk bohlam indikator sein di speedometer. Jadi paling nggak perlu relay dengan spek 4A atau lebih. Contoh relay di bawah bertuliskan “1A/24VDC” menunjukkan kontak relay mampu menghandle arus 1A dengan voltase maksimum 24V DC.

Relay DPDT 8-pin


Pinout & skematik relay DPDT
… 2 butir resistor 82~100 ohm 1/4 watt …

Resistor 82 ohm
… 2 butir diode rectifier 1A …

Diode rectifier 1A
… 1 buah saklar SPST (single-pole single-throw) …

Sakelar SPST (OFF-ON)
… plus beberapa potong kabel (kalo bisa warnanya sama seperti warna kabel-kabel di motor).
Modul Sein+Hazrd ala Novaera
Modul Sein+Hazrd ala Novaera
Nah, dengan modul ini, ketika hazard sedang menyala, trus saklar sein dinyalakan, hazard akan OFF sementara, dan kemudian otomatis menyala kembali ketika sein dimatikan. Jadi nggak harus mematikan hazard terlebih dahulu untuk menyalakan sein :D

Sumber: http://kotsk.wordpress.com

2 komentar:

  1. Mas min plusnya kok ngak di jelasin di skema

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus